23 tahun Konsisten, Yayasan Soposurung menerima ANUGERAH PEDULI PENDIDIKAN 2015

February 19 2016

PENDIDIKAN BERKARAKTER


Yayasan Soposurung Terima APP 2015 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Kemendikbud pada Jumat (11/12) memberikan Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2015. Anugerah Peduli Pendidikan adalah bentuk apresiasi untuk pihak yang telah berkontribusi dalam bidang pendidikan. Penghargaan itu diberikan kepada institusi pemerintah, swasta, hingga perorangan yang dinilai ikut mengembangkan dunia pendidikan. Total, ada 22 penerima penghargaan tersebut. Perinciannya, 7 kelompok individu, 8 kelompok media, 3 kelompok organisasi nirlaba, serta instansi pemerintah daerah dan perusahaan –masing-masing mendapat 2 penghargaan.

Organisasi nirlaba seperti Yayasan Soposurung dinilai bisa menjadi contoh bentuk kolaborasi yang baik antara institusi swasta dan pemerintah. Di tengah keringnya pendidikan karakter di sekolah, Yayasan Soposurung yang berkolaborasi dengan SMAN 2 Balige, Toba Samosir, Sumut, mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Yayasan yang dibentuk Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) 1993–1998 Tiopan Bernhard Silalahi itu dinilai peduli terhadap pendidikan masyarakat.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Soposurung T.B. Silalahi datang langsung untuk menerima penghargaan itu dari Mendikbud Anies Baswedan. Dia mengatakan, pendidikan karakter menjadi penekanan di yayasannya. Salah satu pendidikan karakter yang ditanamkan di yayasan itu adalah kedisiplinan. Siswa yang ditempatkan dalam asrama harus bangun pada pukul 04.30. Kemudian, siswa menjalani sekolah formal. Setelah jam sekolah selesai, mereka mengikuti ekstrakurikuler di asrama.
***
Di masa kepemimpinan Presiden Soeharto melalui Mendikbud masa itu, Yayasan Soposurung ditetapkan sebagai sekolah percontohan untuk sekolah-sekolah di Indonesia, dengan melihat dari dua aspek yaitu kerjasama antara pemerintah dengan yayasan, dan yang kedua dari aspek pembinaan karakter untuk menempah kepribadian siswa-siswinya .

Menjelang 24 tahun, sekolah ini, Yayasan Soporung, sudah dicontoh di berbagai daerah seperti Sibolga oleh Akbar Tanjung, Sidempuan oleh alm. Raja Inal Siregar, di Pekanbaru oleh Gubernur Riau, Sragen Jawa Tengah oleh Bupati Sragen. Lampung oleh Ketua MPR Zulkifly Hasan, di Pontianak oleh seorang pengusaha kayu dermawan, ada juga di Makassar oleh Gubernur Sulawesi Selatan, bahkan di Jayapura oleh Gubernur Irian Jaya pada masa itu, dan banyak lagi daerah lain, yang mungkin saja tahun depan atau tahun berikutnya akan mendirikan sekolah yang sama yang tentunya berbasis sekolah unggulan dan sekolah yang berkarakter. Semua pihak yang mendirikan sekolah-sekolah unggulan tadi terlebih dahulu mengunjungi Yasop di Balige, melihat bagaimana manajemen sekolah dan yayasan yang dilaksanakan oleh Ketua Dewan Pembina TB.Silalahi untuk memajukan sekolah unggulan tersebut yang saat ini mendapat Anugerah Peduli Pendidikan 2015.


***


Ketua Dewan Pengawas Yayasan Soposurung Balige, Robert Njo menyatakan kebanggaannya atas penghargaan tersebut. “Hal ini sangat membanggakan dan membuat kita semakin bersemangat dalam membuat penyelenggaraan pendidikan di Yasop lebih baik lagi. Ini merupakan komitmen seluruh pengurus Yasop,” ujarnya didampingi Ketua Alumni Yasop, Sofyan Simangunsong dan Kepala Asrama Yasop, Mekar Sinurat, seusai menerima penghargaan.

Dijelaskan, saat ini terdapat 1.280 orang alumnus Yayasan Sopo Surung Balige, dimana pada awalnya hanya 40 siswa per angkatan dan terus meningkat hingga 100 orang per angkatan. Pihaknya belum berencana menambah lagi kuota siswanya, demi menjaga kualitas alumni dan juga mengingat pentingnya kesiapan sumber daya manusia terbaik sebagai pendidik para siswa di Yasop. Beberapa sumber daya manusia terbaik berasal dari alumnusnya.
Menjelang 24 tahun berkarya dan fokus membangun karakter siswa-siswinya melalui pendidikan di Yayasan Soposurung, setiap tahunnya Yasop mampu menghantarkan 100 persen siswa-siswinya lulus di SNMPTN dan jalur masuk universitas lainnya di berbagai perguruan tinggi favorit di Indonesia. Kepada siswanya juga diterapkan bahasa pengantar Bahasa Inggris serta tambahan bahasa Mandarin. Pihaknya sempat membawa dua orang guru bahasa Mandarin dari Tian Jien untuk program bahasa Mandarin.
Dengan nilai investasi senilai Rp70 Miliar untuk pengadaan Asrama Yayasan Sopo Surung serta sarana prasarananya, para siswa tidak dikenai biaya pembangunan. Demikian pula dana pendidikannya masih disubsidi dari Yasop karena memang yayasan ini bukan profit oriented. Begitu pun, pihaknya mengaku senang karena Pemda juga ikut memberikan dukungan dan terlebih lagi, para alumnusnya mulai berpartisipasi memberikan bantuan untuk adik-adik kelasnya.

Eko Indra Pardede, Direktur Utama dari PT. Lamuro Prima Pratama yang menaungi unit bisnis Hutanta.com, yang juga adalah alumnus Yayasan Soposurung angkatan ke-8, mengungkapkan pula kebanggaannya ,”Bangga dengan penghargaan yang diterima Yasop, dan terimakasih tentu saja karena komitmen Yasop untuk pendidikan diapresiasi langsung oleh Kemendikbud. Kami alumni yang telah mengecap pendidikan selama tiga tahun di Asrama Yasop masih terus dibina dan dibimbing langsung oleh orangtua kami, Bapak TB Silalahi, sampai sekarang. Secara rutin ada pertemuan alumni dengan Pak TB baik di asrama maupun di kota tempat kebanyakan alumni berada, beliau selalu menyampaikan pentingnya karakter dalam membentuk kepribadian setiap alumni. Semoga kami alumni akan dapat terus komitmen melanjutkan semangat dan kepedulian beliau terhadap pendidikan dari semua aspek sesuai bidang kami alumni di profesinya masing-masing.”


“Kita bangga, kini para alumnus Yayasan Soposurung sudah bekerja di hampir semua departemen di Indonesia dan ada pula yang tengah melanjutkan pendidikan untuk gelar Doktor di Jepang, Taiwan, dan bahkan sudah ada Doktor dari Perancis. Tidak sedikit pula yang kini bekerja di New York, Arab Saudi dan negara lain. Kebanggaan terbesar kita, khususnya Bapak T.B. Silalahi adalah ketika mereka juga turut peduli dan berpartipasi terhadap kampung halamannya dan juga kepada adik-adiknya di asrama Yasop ini, pendidikan berkarakter itu berarti mereka terima dengan baik.” pungkas Robert.


***


Penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan telah diselenggarakan sejak 2010 ini, memberikan sebanyak 22 penghargaan untuk lima kelompok kategori, yakni perusahaan, pemerintah daerah, organisasi nirlaba dan kelompok masyarakat, individu serta media.


Penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2015 untuk kategori media juga diberikan untuk Explore Indonesia, Kompas TV (Program Acara Media Televisi Sub Kategori Informasi), Olimpiade Indonesia Cerdas, RTV (Program Acara Media Televisi Sub Kategori Permainan dan Pencarian Bakat), Adit & Sopo Jarwo, MNC TV (Program Acara Media Televisi Sub Kategori Film dan Animasi).
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada rri.co.id (Konten Berita Media Online Komplemen), Kompas (Konten Berita Media Cetak Harian Nasional), Pikiran Rakyat (Konten Berita Media Cetak Harian Daerah) dan majalah Gatra (Konten Berita Media Cetak Mingguan).


Penghargaan untuk kategori Perusahaan diberikan kepada perusahaan BUMN Petrokimia Gresik dan perusahaan swasta Shafira Coorporation.
Kota Padang, Sumatera Barat, dan Kabupaten Lanny Jaya, Papua meraih penghargaan untuk kategori pemerintah daerah.
Penghargaan untuk organisasi nirlaba dan kelompok masyarakat jatuh pada Yayasan Soposurung, Forum Taman Bacaan Masyarakat dan Komunitas Ngejah.
Sementara itu, penghargaan untuk kategori individu diberikan untuk Ranu Iskandar dan Mustakim (Kreativitas Pendidikan), Arwahyu Sugito (Inovator Teknologi Pendidikan), Deni Ranoptri dan Agus Dwianto (Blogger), serta Fetty Diana Sari dan Rotua Connydio Simanjuntak (Pendidikan Daerah 3T).

***


Dari Berbagai Sumber : Rina Ginting, Lintas Publik, Kampus Medan

”Bangga dengan penghargaan yang diterima Yasop, dan terimakasih tentu saja karena komitmen Yasop untuk pendidikan diapresiasi langsung oleh Kemendikbud. Kami alumni yang telah mengecap pendidikan selama tiga tahun di Asrama Yasop masih terus dibina dan dibimbing langsung oleh orangtua kami, Bapak TB Silalahi, sampai sekarang. Secara rutin ada pertemuan alumni dengan Pak TB baik di asrama maupun di kota tempat kebanyakan alumni berada, beliau selalu menyampaikan pentingnya karakter dalam membentuk kepribadian setiap alumni. Semoga kami alumni akan dapat terus komitmen melanjutkan semangat dan kepedulian beliau terhadap pendidikan dari semua aspek sesuai bidang kami alumni di profesinya masing-masing.”   Pernyataan tersebut disampaikan oleh Eko Indra Pardede, Direktur Utama dari PT. Lamuro Prima Pratama yang menaungi unit bisnis Hutanta.com, yang juga adalah alumnus Yayasan Soposurung angkatan ke-8.

Share this post
Oleh: Hampung

Karya Lain