Pameran Ilustrasi Cerpen Kompas 2015

June 16 2015

Sebagai perayaan rutin setiap tahun di mana para sastrawan menyatu dengan para perupa Pameran Ilustrasi Cerpen Kompas selalu ditunggu-tunggu.  Tahun ini para perupa berasal dari beragam usia, baik perupa muda seperti Rahardi Handining, Putri Fidhini, I Wayan Suja, maupun perupa-perupa senior seperti Sunaryo, Bambang AW, Samuel Indratma, dan Yuswantoro Adi. Keberagaman usia itu telah pula memberi keberagaman corak dan gaya.  Di situlah justru kekuatan pameran yang dimulai dari narasi sastra.

Sepanjang tahun para perupa memajang karya terbaru mereka setiap minggu di Rubrik Seni Kompas Minggu. Halaman koran yang tadinya berkesan sebagai pembawa ilustrasi bagi teks, sejak tahun 2000-an berubah menjadi ruang tetap untuk pameran para perupa terpilih. Mereka diharapkan merespons teks sastra ke dalam bentuk perupaan. Para perupa yang terpilih mengisi Rubrik Seni Kompas Minggu tahun 2014, selain seniman tadi adalah:  Jitet Kustana,  Didie SW,  Stefan Buana, Tatang BSP,  Rifda Amalia, Herjaka AS, Laksmi Shitaresmi,  GdeSuanda  “Sayur”,  Agnisa Wisesa,  Hadi Soesanto, Polenk Rediasa, Muhammad Vilhamy, Alit Ambara, Made Gunawan, Suprobo Prasada, Sigit Ramadhan, Pandi Nakula, Juni Wulandari, Dikdik Syahdikumullah,  M Fadhlil Abdi, Noor Ibrahim, Anthonius Kho, D TjandraKirana, Yoyock Surya, Moelyoto, Siddhartha Kandahdjaja, RobetKan, Dollar Astawa, Anna Josefin, AtmiKristiadewi, Threeda Mayrayanti, Danarto, Rizky Zakaria, Jango Pramartha, Wayan Upadana, Hardiman, Ari Cadia, Bambang Heras, dan Nadjib Amrullah.

Pameran ilustrasi ini akan berlangsung :  11 – 19 Juni 2015 pukul 10.00 – 18.00 WIB dan akan menjadi perayaan paling beragam di antara perupa di Tanah Air, bersamaan dengan 50 tahun Kompas.

Sumber: http://bentarabudaya.com/agenda.php?id=1882&lg=id

Sebagai perayaan rutin setiap tahun di mana para sastrawan menyatu dengan para perupa Pameran Ilustrasi Cerpen Kompas selalu ditunggu-tunggu.  Tahun ini para perupa berasal dari beragam usia, baik perupa muda seperti Rahardi Handining, Putri Fidhini, I Wayan Suja, maupun perupa-perupa senior seperti Sunaryo, Bambang AW, Samuel Indratma, dan Yuswantoro Adi. Keberagaman usia itu telah pula memberi keberagaman corak dan gaya.  Di situlah justru kekuatan pameran yang dimulai dari narasi sastra.

Share this post
Oleh: Puput

Karya Lain